Ini bukan puisi!
titik koma hanyalah kentut,
kehadirannya tak pernah dimengerti apalagi dinanti-nanti.
sejak&hingga kapan, tak pernah ada yang mengenalinya.
untuk-oleh-dan dari apa, serangga hingga SBY tak peduli.
titik koma adalah banci antara titik dan koma.
Tapi banci pun butuh eksistensi, harga diri serta ekspresi birahi
ini bukan puisi
titik koma akan tetap ada !
di rumah manusia bahkan di Istana negara
Tapi mereka juga butuh eksistensi, harga diri serta ekspresi birahi.
ini bukan puisi..
tapi kentut banci di istana negara
hanyalah titik koma
RGI.06012006.BDG
Kebrengsekannya tidak mengurangi pemaknaan. Mereka hanyalah perkebunan kata-kata, yang kadang rimbun kadang kering, tergantung musim dan kecocokan pupuk.
Jumat, November 26, 2010
Senin, Oktober 25, 2010
resign 2
Kusampaikan doa dengan layang-layang bergambar Mesjid Istiqlal,
Siapa Tahu Malaikat familiar sehingga mudah meneruskan,
Kusangga dengan seutas senar yang tak mampu ciptakan desah nada erotis,
Kuharap Tuhan lebih suka dan lalu mengabulkan.
Aku tunggu layang-layang pulang dengan beribu hadiah,
Tak membawa mendung yang ahir2 ini menggelayut di atas kepala tak henti menakar nasib.
Siapa Tahu Malaikat familiar sehingga mudah meneruskan,
Kusangga dengan seutas senar yang tak mampu ciptakan desah nada erotis,
Kuharap Tuhan lebih suka dan lalu mengabulkan.
Aku tunggu layang-layang pulang dengan beribu hadiah,
Tak membawa mendung yang ahir2 ini menggelayut di atas kepala tak henti menakar nasib.
Jumat, September 03, 2010
kelaparan
Akar gantung menatapku diwarung kopi depan kantor lurah,
Melambai bak tali pusar habis di sesar di Rumah sakit miskin.
Berlaga bagai atlit di podium juara catur antar kecamatan..

Aku tak heran kalau ia tak punya teman seperjuangan,
Ia lemas kesepian di antara harapan,
sementara kau tetap saja memujanya.
Akar gantung menatapku penuh hinaan,
sedang aku melihatnya seperti ular tak berbisa,
tapi kau tetap saja memujanya..
Akar gantung tak punya impian,
hanya sebatas menyangga tubuh renta bertahan hidup di atas penderitaan.
tapi kau tetap saja memujanya,
akar gantung membuatku mati cemburu,
padahal aku bermandi mimpi dan layaknya juara sejati,
TIM. 280810. RGI
Melambai bak tali pusar habis di sesar di Rumah sakit miskin.
Berlaga bagai atlit di podium juara catur antar kecamatan..

Aku tak heran kalau ia tak punya teman seperjuangan,
Ia lemas kesepian di antara harapan,
sementara kau tetap saja memujanya.
Akar gantung menatapku penuh hinaan,
sedang aku melihatnya seperti ular tak berbisa,
tapi kau tetap saja memujanya..
Akar gantung tak punya impian,
hanya sebatas menyangga tubuh renta bertahan hidup di atas penderitaan.
tapi kau tetap saja memujanya,
akar gantung membuatku mati cemburu,
padahal aku bermandi mimpi dan layaknya juara sejati,
TIM. 280810. RGI
Selasa, Agustus 31, 2010
senda gurau
Lukisanku selalu macet di pulasan terahir,
Sementara waktu terus mengejarku menagih janji..
sedang pagi masih cemas menunggu tongkat estafet.
Kau selalu menawarkanku penawar racun,
Agar aku tetap tetap berdiri dan kepulkan asap dan nyalakan mesin ..
Aku tetap ingin berlari dan melesat maju memelukmu..
Walau lukisanku selalu macet di pulasan terahir.
merebahlah kasih, aku mengantuk..
pasar minggu.290810.RGI
Sementara waktu terus mengejarku menagih janji..
sedang pagi masih cemas menunggu tongkat estafet.
Kau selalu menawarkanku penawar racun,
Agar aku tetap tetap berdiri dan kepulkan asap dan nyalakan mesin ..
Aku tetap ingin berlari dan melesat maju memelukmu..
Walau lukisanku selalu macet di pulasan terahir.
merebahlah kasih, aku mengantuk..
pasar minggu.290810.RGI
Jumat, Agustus 27, 2010
sendirian
Kamis, Agustus 26, 2010
bosan..
aku mengajakmu di persimpangan doa yang selalu berbatu,
semua terjal dan bercumbu dengan kesangsian,
semua menanjak dan mesra dengan ketidakpastian,
tapi kau hadirkan senyuman yang tak punah,
menidurkan dengan doa..
kau yang tak pernah dahaga hancurkan waktu temui esok,
Menantiku di seperempat khayalan yang tak kunjung padam..
tunggulah aku sampai akhir dunia bercerita
Budut, 240810.
semua terjal dan bercumbu dengan kesangsian,
semua menanjak dan mesra dengan ketidakpastian,
tapi kau hadirkan senyuman yang tak punah,
menidurkan dengan doa..
kau yang tak pernah dahaga hancurkan waktu temui esok,
Menantiku di seperempat khayalan yang tak kunjung padam..
tunggulah aku sampai akhir dunia bercerita
Budut, 240810.
Senin, Januari 11, 2010
hujan
Berkaryalah..
Karena diam hanya memperolok angan-angan,
sedang resah tak bisa ditukar uang.
Dan gelisah tak dapat membayar utang..
rgi.
Karena diam hanya memperolok angan-angan,
sedang resah tak bisa ditukar uang.
Dan gelisah tak dapat membayar utang..
rgi.
Langganan:
Postingan (Atom)