Kau yang berselimut awan jingga
Kau kutuk asa ini membatu biru,
Hanguskan segala rasa dalam peti yang tak berkunci.
Kau yang berpeluh biru senja,
Benamkan nalar yang berkeliar liar
Tenggelamkan segala macam kekalutan yang berhimpitan.
Peluk aku, manis..
Aku disini berteman mimpi berkawan harapan,
Jangan biarkan ia terbang tanpamu.
Kebrengsekannya tidak mengurangi pemaknaan. Mereka hanyalah perkebunan kata-kata, yang kadang rimbun kadang kering, tergantung musim dan kecocokan pupuk.
Jumat, April 26, 2013
Sah
Ia menyesatkanku dalam genangan malam yang bergelimpangan
sedang aku tak berdaya tuk menggali keangkuhan yang terkubur dalam.
Ia yang membangunkanku dalam hening yang bersahut-sahutan.
Mengantar jejak dibarat laut mimpi
Menghempas jauh diutara asa
Disini aku masih berdiri dalam ramai yang bergerombol
Sedang ia tetap menyesatkanku dalam gelincir pagi yang tak sendirian
sedang aku tak berdaya tuk menggali keangkuhan yang terkubur dalam.
Ia yang membangunkanku dalam hening yang bersahut-sahutan.
Mengantar jejak dibarat laut mimpi
Menghempas jauh diutara asa
Disini aku masih berdiri dalam ramai yang bergerombol
Sedang ia tetap menyesatkanku dalam gelincir pagi yang tak sendirian
Senin, Januari 02, 2012
Selasar
Dikeramaian yang tak kunjung reda,
Kau hadir bagai elang,
Angkuh menyeruak dalam khayal,
Menyelundup di kehampaan yang berserakan.
Dalam kepenatan yang merayu rayu,
Kau anggun bagai elang,
Menggulung beliung rasa yang tersandera.
Lalu benamkan reruntuhan kenyataan di selasar.
Di pergantian malam yang tak kunjung datang,
Aku merindukanmu,
Kau sejuta pelangi di pelataran harap yang tampak tak sederhana
311212.RGI.Cisaat.
Kau hadir bagai elang,
Angkuh menyeruak dalam khayal,
Menyelundup di kehampaan yang berserakan.
Dalam kepenatan yang merayu rayu,
Kau anggun bagai elang,
Menggulung beliung rasa yang tersandera.
Lalu benamkan reruntuhan kenyataan di selasar.
Di pergantian malam yang tak kunjung datang,
Aku merindukanmu,
Kau sejuta pelangi di pelataran harap yang tampak tak sederhana
311212.RGI.Cisaat.
Kamis, Desember 15, 2011
sebaya
Kau menyelinap di setiap senja yang tak henti bersolek.
Saat malam masih sibuk dalam tahap persiapan,
Aku terpana dalam hiruk pikuk rasa yang tak beraturan.
Kau adalah pesona pada senja yang mulai menarik diri.
Sedang malam sepertinya mempersulit diri untuk segera hadir,
dan Aku mulai terhasut dalam rindu yang mulai mengolok-olok.
Manis, tolonglah usir mereka sesegera mungkin.
Saat malam masih sibuk dalam tahap persiapan,
Aku terpana dalam hiruk pikuk rasa yang tak beraturan.
Kau adalah pesona pada senja yang mulai menarik diri.
Sedang malam sepertinya mempersulit diri untuk segera hadir,
dan Aku mulai terhasut dalam rindu yang mulai mengolok-olok.
Manis, tolonglah usir mereka sesegera mungkin.
Jumat, Desember 09, 2011
puing - puing
Aku pangeran berkuda yang perwira,
Ku acungkan parang tuk mengusir malam yang berkhianat,
Dia telah membelot dan tdk mau ikut perintah.
Sudah kubilang dia agar berlari mengejar fajar,
Lalu menyambut senja yang janji membunga,
Namun malam tetap lelet dan bertele-tele.
Aku pangeran berkuda yang perwira,
Yang siap gugur membelah kesendirian.
Kurampas podium lalu nyatakan peperangan :
Akan ku babat malam dengan rindu yang kukibar setengah tiang..
071211.Kupang.RGI
Ku acungkan parang tuk mengusir malam yang berkhianat,
Dia telah membelot dan tdk mau ikut perintah.
Sudah kubilang dia agar berlari mengejar fajar,
Lalu menyambut senja yang janji membunga,
Namun malam tetap lelet dan bertele-tele.
Aku pangeran berkuda yang perwira,
Yang siap gugur membelah kesendirian.
Kurampas podium lalu nyatakan peperangan :
Akan ku babat malam dengan rindu yang kukibar setengah tiang..
071211.Kupang.RGI
Langganan:
Postingan (Atom)